GRANTIKA PUJIANTO
Blitar, East Java. INDONESIA

I like Adventure, Enjoying the Beauty of Nature, Writing, Drinking Coffee, Photography, Cinematography and Code is my life | do not forget to smile |

Blog

Surat Cinta Untuk Indonesia

By on March 10, 2018

Hai Negeriku, apa kabarnya kamu, masihkah kamu seperti nyanyian indah pada masa kecilku dulu, orang bilang tanah ini tanah surga, Tongkat Kayu dan Batu jadi Tanaman, masihkan kamu kaya dengan sumber daya Alam mu, Masih punya hutan rimbakah kamu, masih indahkah lautanmu, tahukan kamu berapa jumlah Rakyatmu, berapa yang kaya dan berapa yang miskin, belakangan ini aku melihat begitu banyak kekacauan di negeri ini, aku juga melihat orang yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin bahkan meraja lela hingga harus meminta minta di pingir jalan Raya. Oh Tuhan, bagaimana mungkin Negeri yang kaya Raya ini memiliki banyak sekali permasalahan khususnya dalam pangan, iya sudahlah, maaf jika kata-kataku menyinggungmu, aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku.

Negeriku tercinta Indonesia, Nusantara yang megah dengan ribuan Pulau dan Suku Budaya, Negara yang kaya akan kearifan lokalnya, aku ingin bercerita, cerita ini tentang aku yang tinggal di Tanah Suburmu Indonesia, Aku lahir di selatan jawa, banyak orang menyebutnya Kota Proklamator atau Bumi Bung Karno, iya benar, Blitar , 26 tahun yang lalu aku dilahirkan di sini, seperti yang saya bilang tadi Banyak orang menyebutnya kota, orang yang pernah menjadi No satu di negeri ini bahkan Orang hebat pertama yang menjadi Presiden Republik Indonesia. Selain disebut sebagai Kota Proklamator, Bumi Bungkarno dan Kota Patria, kotaku ini juga disebut sebagai Kota Peta (Pembela Tanah Air) karena di bawah kepimpinanan Soeprijadi pada masa penjajahan dulu, Laskar Peta melakukan perlawanan terhadap Jepang yang menginspirasi timbulnya perlawanan menuju kemerdekaan di daerah lain, selain itu ada cerita lain tentang mbah mujair penemu ikan mujair yang juga asli dari blitar, ini hanyalah sedikit pengetahuanku tentang tanah kelahiranku.

Kamu sebenarnya negara yang sangat beruntung, Indonesiaku. Kamu memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah ruah. Namun apalah artinya itu semua bila sumber daya yang tersedia tidak diolah secara baik. Ya, inilah kelemahanmu, belum bias bagaimana caranya mengelola sumber daya dan kekayaan yang melimpah di negeri sendiri.

Sudah tak ada yang memungkiri bahwa sumber daya alam milikmu begitu banyak. Berbagai macam tumbuhan hidup di tanahmu. Berbagai macam hewan hidup dari airmu. Bahkan berbagai macam hasil tambang terkandung di dalam perut bumimu. Kamu memiliki begitu banyak sumber energi, Indonesiaku. Tentu dengan itu semua kamu (seharusnya) bisa menghasilkan kemajuan yang luar biasa.

Dalam sumber daya manusia, kamu memiliki jumlah penduduk yang melimpah. Potensi kecerdasan isi kepala rakyatmu juga tak kalah. Terbukti dengan tak sedikitnya wargamu yang berhasil mengalahkan warga-warga negara lain di berbagai kompetisi dunia dalam berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan. Jelas itu sudah menunjukkan bahwa sumber daya manusiamu punya kemampuan. Bahkan seiring dengan sejalannya waktu, anggaran negara yang dialokasikan di sektor pendidikanmu semakin besar. Jadi, bila dilihat dari sumber daya, sudah sepantasnya kamu, Indonesiaku, menyandang predikat sebagai negara maju, bukan sebagai negara berkembang melulu. Atau lebih hebatnya lagi, sebagai negara maju yang terus berkembang.

Hai Indonesia, apa benar Presiden Pertama Negeri Indonesia ini beristirahat dengan tenang, betulkah demikian, beliau Sang Proklamator beristirahat dengan tenang, kabarnya negeri ini sekarang lagi kacau, iya memang demikianlah keadaanya, aku masih mendengar banyak saudaraku yang masih kurang gizi, kurang pendidikan, sulit mendapatkan pekerjaan hingga menjadi pengangguran bahkan gelandangan, apalagi saudaraku yang berada di bagian terluar Negeri ini, bagaimana kabarnya mereka, jikalau ada kesempatan berilah aku harapan dan kesempatan walaupun sekecil apapun untuk menyapa dan berbagi pengalamanku kepada mereka, aku tidak cuma ingin mendengar tetapi juga ingin bertemu dan berdiskusi langsung bahkan merasakan bagaimana kehidupan mereka diluar sana.

Engkau saudaraku sebangsa dan setanah air yang berada di luar sana, dapatkah aku menyapa dan memelukmu sebagai saudara bahkan keluarga, aku merasa tidak tenang dan ingin memberontak keluar dari tempatku saat ini untuk segera bisa bertemu denganmu, aku berharap dengan kemampuan dan pengalamanku ini bisa membantu dan meringankan beban yang harus kamu pikul sendirian, aku juga ingin bercerita betapa luas dan kayanya Negeri ini, tetapi sayang beribu sayang, pemimpin dan para penguasa negeri ini kurang memperhatikanya, ayo kalian saudaraku yang masih berada dalam tanda tanya, lihat dan sapalah dunia luar dan ciptakan perubahan yang terbaik untuk bangsa dan Negeri ini, Indonesia adalah nama yang indah dan megah, nama yang penuh cita-cita dan harapan Dunia, banyak peradapan dan sejarah besar yang berada dalam Nusantara ini.

Setiap hari aku berdoa kepada Tuhanku agar negeri ini aman, tenteram, nyaman dan yang utama bebas dari kemiskinan bahkan kelaparan. hai Negeriku tercinta Indonesia, setahuku Negeri ini adalah negeri yang berdiri di atas tanahnya sendiri, negeri yang mempunyai visi misi sesuai Undang Undang Dasar 1945 dan berdasarkan Ideologi Pancasila, betapa hebatnya UUD 1945 dan betapa Saktinya Pancasila hingga bisa mempersatukan Negeri yang beraneka ragam Budaya, Agama dan Bahasa ini menjadi Indonesia.

Indonesia adalah bangsa yang besar akan sumber daya alam, suku, budaya dan besar akan peninggalan prasejarahnya. Berbagai macam budaya, suku, agama berdampingan saling gotong royong serta terbuka akan ilmu pengetahuan, tetapi mengapa bangsa kita masih memiliki banyak rakyat miskinnya, bagaimana bisa seperti ini, tahukah saudaraku semua kalau sumber daya kita banyak yang di kelola dan lari ke orang asing, banyak para pejabat, orang penting dan berpengaruh lainnya yang memiliki budaya memiskinkan rakyatnya sendiri sama seperti kita saat ini yang sedang dimiskinkan, tahukah Anda, budaya apakah itu? Iya, KKN : kolusi, korupsi dan Nipotisme meraja lela bagaikan bahasa yg sudah menjadi ciri khas dan budaya disetiap negara.

Apa yang harus kita lakukan kalau sudah demikian, Nothing is Impossible ;tidak ada yang tidak mungkin saudaraku; Kami sebagai generasi muda dan peduli akan kesejahteraan saudaranya sendiri bertekad, berbaur membaur dan dengan suka rela memperjuangkan apa yg seharusnya menjadi hak dan wajib kita dapatkan, saya yakin jika kita bersatu dan saling gotong royong dapat berkarya dan menghasilkan perubahan positif dan lebih baik, perlu kita ingat, guru terbaik adalah sejarah dan pengalaman.

Satu Kata Untuk Indonesiaku saat ini. LUAR BIASA

Kamu begitu kaya, begitu mempesona dan terbukti menjadi bagian surga dunia. Bentang kepulauan nan indah dengan pesona alamnya, nusantara dari ujung barat Aceh sampai ujung timur Papua, jelas sebuah bukti nyata. Bukan hanya keindahan, namun potensi alam luar biasa yang harusnya bisa menjadikan Indonesiaku akan begitu gagah dimata dunia. Pastilah akan menjadi perkasa tatkala potensi itu bisa terkelola dengan baik. Bukan malah menjadi objek ekploitasi tanpa rasa tanggung jawab. Bahkan seharusnya belahan dunialah yang begitu berharap akan Indonesiaku. Apapun itu, karena apa yang dibutuhkan dunia, ada di Indonesiaku tercinta. Potensi alam sudah tidak perlu diragukan lagi.

Sumber daya manusia masih perlu adanya pemerataan. Sumber daya manusia Indonesia banyak sekali yang pintar, yang cerdas, yang kaya. Namun, Masih perlu adanya motivasi diri bahwa pentingnya berbagi dan pentingnya pemahaman bahwa indahnya hidup jika punya arti bagi sesamanya, bagi alamnya, juga bagi Indonesiaku tercinta. Trus bagaimana yang masih berada di pelosok? Banyak sumber daya manusia yang masih perlu mendapat perhatian, perlu memperoleh informasi, perlu mendapat bimbingan. Yang jelas mereka adalah warga bangsa Indonesiaku tercinta. Punya hak yang sama, karena mereka berpijak pada betapa kayanya bumi pertiwi dengan nama Indonesiaku.

Apa yang sudah dilakukan pemerintah sudah semakin baik dan makin membaik. Terus dan terus dilanjutkan demi pemerataan yang dimaksud, baik pembangunannya, berbagi kepintarannya, berbagi informasinya, jadi akan lebih membuka wawasan untuk segera bangkit dan bersama-sama menuju kemakmuran. Konsep berbagi inilah yang terus dan seharusnya dilestarikan. Karena budaya yang luar biasa di negeri tercinta Indonesiaku ini dan tidak dimiliki oleh budaya manapun yaitu budaya Gotong Royong. Semangat Gotong royong adalah semangat yang seharusnya terus digaungkan dan diaplikasikan dalam segala hal dan segala bidang perikehidupan di masyarakat.

Bergotong royong atau Berbagi bukan hanya bisa dengan materi. Namun informasi, keilmuan, juga wawasan sangatlah bisa dijadikan bahan untuk dilakukan. Sebenarnya hal ini akan begitu sempurna tatkala setiap insan memiliki faham yang mulia bahwa hidup ini akan lebih indah apabila punya manfaat buat sesama, buat alam sekitarnya, dan pastinya buat Indonesiaku tercinta. Sangatlah gampang jikalau mau melakukannya, bahkan dari hal kecil dan dekat sekalipun.

Sekali lagi,

Banyaknya sumber daya manusia di pelosok yang masih minim akan berbagai fasilitas, minim informasi, karena belum terjangkaunya sarana prasana haruslah terus diminimalisir. Pendekataan secara nyata kepada mereka harus terus dilakukan agar lebih memunculkan kredibilitas mereka untuk dapat hidup lebih makmur. Bukan tidak mungkin, karena potensi sumber daya alam mereka begitu kaya, namun dalam hal bagaimana ini bisa menjadikan added value sehingga bisa menjadikannya mereka lebih berdaya guna. Inilah pentingnya berbagi. Inilah perlunya jembatan dari sumber daya manusia di pelosok dengan dunia luar, membukakan jendela dunia kepada mereka, namun bukan menjadikan mereka sebagai penonton apalagi bahan eksploitasi.

Kata kuncinya adalah bagaimana mereka mau atau tidak. Kemauan untuk bisa berkarya, mencari informasi dan bergerak. Strateginya adalah komunikasi dan identifikasi baik dilingkungan sendiri maupun dunia luar.

Aku sangat berharap dapat meningkatkan kepedulian, kemandirian dan kepekaan sosial terhadap permasalahan umum dan rasa kesederhanaan serta mesyukuri keadaan yang dianugerahkan Tuhan.

Semoga kamu bisa baik dan lebih baik lagi Indonesiaku, Ayo jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu. Salam manisku untukmu Indonesiaku dari Sang Pengembara.

Blitar, 6 Maret 2018

Grantika Pujianto

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT